Jumat, 09 Desember 2016

Sistem Informasi Manajemen Investasi

A. Pengertian Sistem Informasi Manajemen Investasi
Pengertian investasi yang saya tahu adalah suatu penanaman modal jangka panjang yang diharapkan di masa mendatang akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.
Jenis-Jenis Investasi
a. Tabungan di bank
Dengan menyimpan uang di tabungan, maka akan mendapatkan suku bunga tertentu yang besarnya mengikuti kebijakan bank bersangkutan. Produk tabungan biasanya memperbolehkan kita mengambil uang kapanpun yang kita inginkan.
b. Deposito di bank
Produk deposito hampir sama dengan produk tabungan. Bedanya, dalam deposito tidak dapat mengambil uang kapanpun yang diinginkan, kecuali apabila uang tersebut sudah menginap di bank selama jangka waktu tertentu (tersedia pilihan antara satu, tiga, enam, dua belas, sampai dua puluh empat bulan, tetapi ada juga yang harian). Suku bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada suku bunga tabungan. Selama deposito kita belum jatuh tempo, uang tersebut tidak akan terpengaruh pada naik turunnya suku bunga di bank.
c. Saham
Saham adalah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli saham, berarti membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut mengalami keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan mendapatkan sebagian keuntungan yang disebut deviden. Saham juga bisa dijual kepada pihak lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya disebut capital gain maupun lebih rendah daripada kita membelinya yang selisih harganya disebut capital loss. Jadi, keuntungan yang bisa didapat dari saham ada dua yaitu deviden dan capital gain.
d. Properti
Investasi dalam properti berarti investasi dalam bentuk tanah atau rumah.
Keuntungan yang bisa didapat dari properti ada dua yaitu :
(a) Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga mendapatkan uang sewa.
(b) Menjual properti tersebut dengan harga yang lebih tinggi.
e. Barang-barang koleksi
Contoh barang-barang koleksi adalah perangko, lukisan, barang antik, dan lain-lain. Keuntungan yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain.
f. Emas
Emas adalah barang berharga yang paling diterima di seluruh dunia setelah mata uang asing dari negara-negara G-7 (sebutan bagi tujuh negara yang memiliki perekonomian yang kuat, yaitu Amerika, Jepang, Jerman, Inggris, Italia, Kanada, dan Perancis). Harga emas akan mengikuti kenaikan nilai mata uang dari negara-negara G-7. Semakin tinggi kenaikan nilai mata uang asing tersebut, semakin tinggi pula harga emas. Selain itu harga emas biasanya juga berbanding searah dengan inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin tinggi pula kenaikan harga emas. Seringkali kenaikan harga emas melampaui kenaikan inflasi itu sendiri.
g. Mata uang asing
Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi.
Investasi dalam mata uang asing lebih beresiko dibandingkan dengan investasi dalam saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Di Indonesia mengambang bebas membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif.
h. Obligasi
Obligasi atau sertifikat obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan, baik untuk menambah modal perusahaan atau membiayai suatu proyek pemerintah. Karena sifatnya yang hampir sama dengan deposito, maka agar lebih menarik investor suku bunga obligasi biasanya sedikit lebih tinggi dibanding suku bunga deposito. Selain itu seperti saham kepemilikan obligasi dapat juga dijual kepada pihak lain baik dengan harga yang lebih tinggi maupun lebih rendah daripada ketika membelinya.

Hubungan antara Sistem informasi manajemen dengan investasi adalah suatu investasi harus dikelola dengan baik dan berkala. Perhitungan yang relatif rumit membuat orang-orang berpikir dengan adanya suatu sistem informasi manajemen maka pengelolan suatu investasi menjadi lebih mudah dan terjamin keakuratannya selain efektif juga tentunya. Manajemen investasi membutuhkan waktu yang bertahun-tahun untuk dikelola jadi sistem informasi manajemen investasi bertujuan untuk memanajemen suatu investasi agar efektif dan terjamin pengelolaannya. Jika pada suatu investasi tidak ada sistem yang menangani maka pengelolan investasi  di era modern ini akan membuat investor serta pihak yang menangani investasi kesulitan dalam memanajemen keuangan atau harta milik mereka. Dan tidak di pungkiri juga keamanan dari investasi mereka tidak terjamin.

Suatu sistem informasi manajemen investasi mengelola segala sesuatu yang berhubungan dengan segala bentuk investasi yang sudah disebutkan di atas. Yang intinya SIM investasi bertujuan untuk mempermudah manajemen investasi jangka panjang , menjamin segala sesuatu yang berhubungan dengan investasi , serta membantu pengelola investasi beserta orang yang mengeinvestasikan hartanya.

Sistem Informasi Manajemen Perumahan

A. Pengertian Sistem Manajemen Perumahan

SIM Perumahan adalah suatu bentuk manajemen yang berhubungan dengan perumahan termasuk di dalamnya informasi tentang perumahan, lokasi, dan segala bentuk informasi yang dibutuhkan oleh costumer. Sedangkan dalam masalah penjualan tidak masuk dalam SIM ini karena penjualan menurut saya lebih menjurus ke dalam SIM pemasaran.

SIM Perumahan membantu costumer untuk membandingkan suatu produk yang di jual serta mengetahui segala sesuatu informasi yang di butuhkan costumer misal tipe rumah, luas, harga, lokasi, ketersediaan, dan lain-lain. SIM Perumahan juga berfungsi membantu pihak perusahaan dalam memasarkan produknya, karena dengan begitu SIM Perumahan yang ada dapat di akses siapapun meskipun dalam kasus sebenarnya bagian pemasaran sudah ada bagian tersendiri namun tidak dipungkiri juga SIM Perumahan juga memiliki pengaruh terhadap hal itu.

Sistem Informasi Manajemen Pertahanan

A. Pengertian Sistem Informasi Manajemen Pertahanan

Pengertian SIM Pertahanan adalah suatu sistem informasi manajemen yang berfungsi untuk melindungi suatu apapun yang berhubungan dengan keamanan.

SIM Pertahanan membantu pihak yang berwajib dalam menangani suatu kejahatan. Sekarang marak sekali terjadinya kejahatan di dunia maya atau istilah I.T nya adalah Cyber Crime. Dengan Adanya SIM Pertahanan Cyber Crime menjadi memungkinkan untuk diberantas. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, SIM Pertahanan menjadi hal yang wajib untuk di terapkan namun sepertinya di Indonesia sendiri masih jarang.

Sebagai contoh kasusnya adalah penipuan yang mengatasnamakan keluarga kita melalu pesan singkat atau terkadang telepon parahnya masih ada saja orang-orang yang tertipu dengan modus penipuan tersebut, maka dengan adanya SIM Pertahanan memungkinkan kasus penipuan tersebut dapat diselidiki, contohnya kita bisa melacak keberadaan nomor orang tersebut dengan menggunakan IP addressnya , atau kita bisa bekerjasama dengan suatu provider untuk sama-sama memberantas penipuan itu yang jelas memanfaatkan kerja suatu sistem informasi Manajemen.

Sistem Informasi Manajemen Kesehatan

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KESEHATAN
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang sistem informasi manajemen kesehatan yang meliputi pengertian SIM kesehatan, tujuan dan manfaat SIM kesehatan .
Pada dasarnya  sistem informasi kesehatan dikembangkan untuk mendukung manajemen kesehatan yang merupakan bagian dari sistem kesehatan.

A. Pengertian

Sistem informasi manajemen kesehatan sebagai sub sistem dalam sistem administrasi kesehatan merupakan kesatuan/rangkaian kegiatan-kegiatan yang mencakup seluruh jajaran upaya kesehatan diseluruh jenjang administrasi yang mampu memberikan informasi kepada :
1. pengelola, yaitu para administrator atau manajer kesehatan untuk dasar pertimbangan menentukan kebijakan dan pengambilan keputusan dalam menjalankan fungsi-fungsi administrasinya.
2. masyarakat, dalam upaya untuk meningkatkan kemampuannya untuk menolong dirinya sendiri dalam memenuhi kebutuhan kesehatannya.
Sumber daya organisasi antara lain man, money, macine, method, material, dan juga data/informasi. Peran utama dari data/informasi pada hakekatnya adalah pada dukungannya terhadap fungsi-fungsi administrasi/manajemen dalam pengelolaan program kesehatan.
Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita rasakan bagaimana sulitnya menentukan kebijakan atau pengambilan keputusan yang baik bila data/informasi yang akan dipakai untuk mendasarinya kurang atau tidak cukup tersedia. Tanpa dukungan data/informasi yang baik kebijakan yang kita ambil akan kurang tepat atau keliru.

B. Tujuan dan manfaat
Upaya pemantapan dan pengembangan sistem informasi kesehatan ditujukan ke arah terbentuknya suatu sistem informasi kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna, yang mampu memberikan informasi yang akurat, tepat waktu dan dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan untuk:

1. Pengambilan keputusan di seluruh tingkat administrasi dalam rangka perencanaan, penggerakan pelaksanaan, pengawasan, pengendalian dan penilaian
2. Mengatasi masalah-masalah kesehatan melalui isyarat dini dan upaya penanggulangannya
3. Meningkatkan peran serta masyarakat dan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya sendiri
4. Meningkatkan penggunaan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kesehatan

Sasaran dalam upaya pemantapan dan pengembangan sistem informasi kesehatan meliputi:
1. Terciptanya pengorganisasian dan tata kerja pengelolaan data/informasi dan atau tersedianya tenaga fungsional pengelola data/ informasi yang terampil di seluruh tingkat administrasi
2. Ditetapkannya kebutuhan esensial data/ informasi di tiap tingkat dan pengembangan instrumen pengumpulan dan pelaporan data
3. Dihasilkannya berbagai informasi kesehatan di seluruh tingkat administrasi secara teratur, tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan dan atau atas permintaan dari pengguna data/ informasi
4. Tersedianya dukungan teknis dan sumber daya yang memadai dalam rangka pemantapan dan pengembangan otomasi pengolahan data di seluruh tingkat administrasi
5. Pengembangan bank data kesehatan, pengembangan jaringan komunikasi komputer dan informasi

Sistem Informasi Manajemen Pengambil Keputusan

Sistem Informasi Manajemen (SIM) pada Pengambilan Keputusan

Sebelumnya kita bahas apa yang dimaksud dengan pengambilan keputusan. Menurut saya pengambilan keputusan adalah suatu cara, pemikiran, dan tindakan yang dilakukan untuk memilih beberapa pilihan terbaik sehingga menghasilkan suatu gagasan yang berguna dan efektif. Dan hubungan antara Sistem informasi manajemen dengan pengambilan keputusan akan di uraikan dibawah ini yang saya dapat dari beberapa sumber.

Dukungan sistem informasi manajemen pada pembuatan keputusan dalam suatu organisasi dapat diuraikan menurut tiga tahapan proses pembuatan keputusan, yaitu pemahaman, perancangan (design), dan pemilihan. Dukungan SIM biasanya melibatkan pengolahan, file komputer maupun non komputer. Pada tahap pemahaman hubungannya dengan SIM adalah pada proses penyelidikan yang meliputi pemeriksaan data baik dengan cara yang telah ditentukan maupun dengan cara khusus. SIM harus memberikan kedua cara tersebut. Sistem Informasi sendiri harus meneliti semua data dan mengajukan permintaan untuk diuji mengenai situasi-situasi yang jelas dan menuntut perhatian. Baik SIM maupun organisasi harus menyediakan saluran komunikasi untuk masalah-masalah yang diketahui dengan jelas agar disampaikan kepada organisasi tingkat atas sehingga masalah-masalah tersebut dapat ditangani. Pada tahap ini juga perlu ditetapkan kemungkinan-kemungkinannya. Dukungan SIM memerlukan suatu data base dengan data masyarakat, saingan dan intern ditambah metode untuk penelusuran dan penemuan masalah-masalah.

Pada tahap perancangan (design), kaitannya dengan SIM adalah membuat model-model keputusan untuk diolah berdasarkan data yang ada serta memprakarsai pemecahan-pemecahan alternatif. Model-model yang tersedia harus membantu menganalisis alternatif-altematif. Dukungan SIM terdiri dari perangkat lunak statistika serta perangkat lunak pembuatan model lainnya. Hal ini melibatkan pendekatan terstruktur, manipulasi model, dan sistem pencarian kembali data base.

Pada tahap pemilihan, SIM menjadi paling efektif apabila hasil-hasil perancangan disajikan dalam suatu bentuk yang mendorong pengambilan keputusan. Apabila telah dilakukan pemilihan, maka peranan SIM berubah menjadi pengumpulan data untuk umpan balik dan penilaian kemudian. Dukungan SIM pada tahap pemilihan adalah memilih berbagai model keputusan melakukan analisis kepekaan (analisis sensitivitas) serta menentukan prosedur pemilihan.

Dukungan SIM untuk pembuatan keputusan terdiri dari suatu database yang lengkap, kemampuan pencarian kembali database, perangkat lunak statistika dan analitik lainnya, serta suatu dasar model yang berisi perangkat lunak pembuatan model-model keputusan. Pada dasarnya peranan SIM tersebut pada proses pemahaman, .yang menyangkut penelitian lingkungan untuk kondisi-kondisi yang memerlukan keputusan. Istilah pemahaman disini mempunyai arti sama dengan pengenalan masalah. Kemudian pada proses perancangan serta pada proses pemilihan. Sering orang menyatakan bahwa komputer akan mengambil keputusan, ini merupakan suatu pernyataan yang salah kaprah dan tidak mengetahui letak peranan komputer serta bagaimana suatu proses pengambilan keputusan dilakukan. Keputusan sebenarnya hanya dapat diambil atau dilakukan oleh manusia. Oleh karena itu, manusia pengambil keputusan harus selalu menjadi bagian dari suatu pemilihan.

Suatu aturan keputusan atau suatu program komputer hanya membantu dengan memberikan dasar untuk suatu keputusan, akan tetapi pemilihan keputusan dilakukan oleh seorang manusia. Pernyataan komputer mengambil keputusan pada umumnya didasarkan atas anggapan bahwa beberapa keputusan dapat diprogramkan, sedangkan keputusan-keputusan yang lain tidak. Hal ini mengingatkan bahwa klasifikasi tentang keputusan terprogram dan tidak terprogram sangat penting untuk perancangan SIM.

Ada suatu kecenderungan di antara para perancang SIM untuk beranggapan bahwa suatu database (pusat data) saja akan banyak memperbaiki pengambilan keputusan. Pandangan demikian sebenarnya telah mengabaikan akan adanya tiga unsur dalam pengambilan keputusan yang berperan penting, yaitu; data, model atau prosedur keputusan, dan pengambil keputusan. Oleh karena itu, pengambilan keputusan dapat diperbaiki dengan data yang lebih baik, model keputusan yang lebih baik, atau pengambil keputusan yang lebih baik (lebih terlatih, lebih banyak pengalaman, dan sebagainya).

Pada dasarnya, suatu sistem informasi memiliki sifat yang hampir sama dengan sistem produksi yang mengkonversikan bahan baku menjadi produk yang mungkin langsung digunakan oleh konsumen atau menjadi bahan baku untuk fase konversi berikutnya. Sistem informasi mengkonversi data kasar menjadi suatu laporan yang dapat dipakai atau menjadi input untuk proses lanjutan. Banyak manajemen yang tidak puas dengan sistem informasi mereka dan secara tajam langsung menyalahkan sistem komputer.

Sistem Informasi Manajemen Pemasaran

A. Pengertian Sistem Informasi Pemasaran

     Sistem informasi pemasaran dalam arti luas adalah kegiatan perseorangan dan organisasi yang memudahkan dan mempercepat hubungan pertukaran dalam lingkungan yang dinamis melalui penciptaan pendistribusian promosi dan penentuan harga barang,jasa dan gagasan.
       Sistem Informasi pemasaran menurut Philip Kotler , (2003) adalah
Suatu sistem berbasis komputer yang bekerja sama dengan sistem informasi fungsional lain untuk mendukung manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan pemasaran produk.

B. Komponen Sistem Informasi pemasaran

Sistem informasi pemasaran mempunyai komponen yang sama dengan sistem informasi secara umum yaitu :
1. Input
Input dalam system informasi pemasaran adalah:
     1.1.Sistem informasi akuntansi: Mengumpulkan data yang menjelaskan transaksi perusahaan.
     1.2.Intelejen pemasaran: Mengumpulkan informasi dari lingkungan perusahaan yang berkaitan dengan operasi pemasaran.
    1.3.Riset pemasaran: Peneliti pemasaran melakukan penelitian khusus mengenai operasi pemasaran.

2. Data base pemasaran
     Data yang digunakan oleh Subsistem output berasal dari data base. Beberapa data dalam data base adalah unik bagi fungsi pemasaran, tapi banyak yang berbagi dengan area fungsional lain.

3. Output pemasaran
    Tiap output menyadiakan informasi tentang subsistem itu sebagai bagian dari bauran pemasaran, yaitu:
     3.1.Product (Produk): Menyediakan informasi tentang produk perusahaan.
     3.2.Place (Tempat): Menyediakan informasi tentang tempat kegiatan periklanan.
     3.3.Promotion (Promosi): Menyediakan informasi tentang tempat kegiatan periklanan perusahaan dan penjualan langsung.
     3.4.Price (Harga): Membantu manajer untuk membuat keputusan harga.

4. Model pemasaran
     Model merupakan cetakan yang merubah bentuk input menjadi output. Model di sistem informasi pemasaran banyak digunakan untuk menghasilkan laporan keperluan anggaran operasi, strategi penentuan harga produk, evaluasi produk baru, pemilihan lokasi fasilitas, evaluasi penghapusan produk lama,penunjukan salesman, penentuan rute pengiriman yang paling optimal, pemilihan media iklan yang paling efektif.

C. Subsistem Informasi Pemasaran
    1. Subsistem penelitian pemasaran
Subsistem penelitian pemasaran merupakan sistem yang berhubungan dengan pengumpulan, pencatatan dan analisis data pelanggan dan calon pelanggan.
    2. Subsistem intelejen pemasaran
Tiap area fungsional bertanggung jawab untuk menghubungkan perusahaan dengan elemen-elemen tertentu dilingkungan pemsaran yang memliki tanggung jawab utama pada pelanggan dan pesaing.
    3. Subsistem produk
Subsistem produk berguna untuk membuat rencana produk baru, yang terdiri dari:
    3.1. Siklus hidup produk
    3.2. Model evaluasi produk

4. Subsistem tempat
    Pengambilan keputusan terhadap penentuan tempat yang sesuai dengan pelemparan produk yg dihasilkan sangat menentukan tingkat penjualan produk.

5. Subsistem promosi
     Subsistem promosi berfungsi untuk melakukan analisis terhadap promosi yg dilakukan untuk meningkatkan penjualan.

6. Subsistem Harga
    Subsistem harga berfungsi untuk membantu menetapkan harga terhadap produk yg dihasilkan.
    6.1. Penetuan harga berdasarkan biaya
Beberapa perusahaan menggunakan penentuan harga berdasarkan biaya dengan menentukan biaya-biaya mereka dan menambahkan markup yang diinginkan.
   6.2. Penentuan harga berdasarkan permintaan
Kebijakan harga yang kurang berhati-hati adalah penentuan harga berdasrakan permintaan yang menetapkan harga sesuai dengan nilai yang ditempatkan oleh konsumen terhadap produk.

Sistem Informasi Manajemen Costumer

A. Pengertian Sistem Informasi Manajemen Costumer

SIM Costumer adalah suatu sistem untuk mengelola informasi dari costumer dan kembali ke costumer. Pada dasarnya SIM Costumer adalah suatu implementasi dari CRM (Costumer Relationship Management) yang sebelumnya sudah  pernah di bahas pada post yang lalu. CRM sendiri yaitu suatu cara/metode pendekatan kepada costumer yang nantinya berguna untuk membantu suatu perusahaan untuk mengetahui perilaku costumer-costumernya. Serta dapat di manfaatkan untuk melakukan strategi-strategi pemasaran yang nantinya menyesuaikan costumer itu sendiri.

B. Implementasi Sistem Informasi Manajemen Customer
Sebagai contoh pada suatu perusahaan pasti memiliki costumer service atau bagian yang bertugas untuk melayani para customer dalam hal apapun misal saran , komplain, dan bantuan. Dengan adanya SIM Customer diharapkan customer bisa merasa puas atas pelayanan suatu perusahaan dan perusahan lebih mengerti apa yang menjadi perilaku customernya. Sehingga perusahaan dapat memenuhi kebutuhan costumer dengan tepat.